Imunisasi dibutuhkan

Imunisasi, keharusan atau kebutuhan?

 

Sejak baru lahir, terdapat serangkaian imunisasi yang diwajibkan dan dibiayai pemerintah. Kemudian di usia dewasa, terdapat pula beberapa imunisasi wajib sebelum bepergian ke negara-negara tertentu. Pada tahun 1700-1800an terdapat wabah beberapa penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi. Banyak pula penyakit yang menimbulkan kecacatan sebenarnya dapat dihindari dengan vaksinasi berkala. Tetapi apakah dengan imunisasi, kita sepenuhnya terhindar dari penyakit terkait? Apakah kejadian ikutan paska imunisasi (KIPI) itu? Siapa sajakah yang membutuhkan vaksinasi?

Apa yang dimaksud dengan imunisasi

Imunisasi adalah metode yang dilakukan untuk meningkatkan reaksi imun spesifik terhadap suatu kuman penyakit yang spesifik pula. Terdapat 2 jenis imunisasi, yaitu aktif dan pasif. Aktif dengan vaksinasi, pemberian sebagian atau seluruh bagian kuman, mati atau hidup, ke dalam tubuh. Sedangkan pasif dengan pemberian antibodi spesifik sesuai kebutuhan atau penyakit yang diderita. Sistem imun tubuh manusia memiliki fungsi memori. Sehingga dengan adanya vaksinasi, imun dapat bereaksi lebih cepat terhadap kuman penyakit terkait. Kita masih bisa mengalami gejala dari serangan kuman penyakit tersebut, namun biasanya tidak berat karena sistem imun lebih siap terhadap kuman bersangkutan. Apalagi bila kuman memiliki kemampuan berevolusi dalam melawan sistem imun kita. Oleh karena itu sebagian besar imunisasi membutuhkan booster, untuk mengingatkan kembali dan meningkatkan kesiapan imun.

Reaksi yang timbul dari Imunisasi

Pemberian vaksinasi memicu reaksi imun di dalam tubuh sehingga sangat wajar apabila anak mengalami gejala seperti penyakit akibat kuman di dalam vaksin. Justru gejala ini diharapkan terjadi pada beberapa vaksinasi karena merupakan bukti bahwa tubuh bereaksi terhadap vaksin terkait. Contoh gejala yang dimaksud adalah demam, tidak enak badan, serta nyeri dan merah di area vaksinasi. Keadaan-keadaan tersebut termasuk ke dalam kejadian ikutan paska imunisasi. Selain gejala yang disebabkan oleh komponen vaksin, KIPI juga mencakup kejadian akibat respon kecemasan, adanya kecacatan produk, maupun penyakit lain yang sebenarnya tidak berhubungan dengan pemberian vaksin. Pada umumnya KIPI tidak berbahaya dan biasanya hilang dengan sendirinya dalam 1-3 hari. Tetapi bila anda kuatir atau gejala berlanjut terus, segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat.

Vaksinasi yang wajib dan dianjurkan

Dinas kesehatan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia mewajibkan serangkaian vaksinasi (BCG, DPT, Hepatitis B, Polio, dan Campak) dengan tujuan mencegah kecacatan bahkan kematian yang dapat disebabkan oleh penyakit-penyakit tersebut. Di luar itu, masih banyak vaksin yang dapat mencegah penyakit yang angka kejadiannya cukup tinggi di Indonesia, diantaranya: Rotavirus penyebab diare, Varicella penyebab cacar air, vaksin Typhoid, Hepatitis A, dan MMR. Pemberiannya diberi label “disarankan”, terutama bagi anak-anak yang beresiko terkena kuman-kuman bersangkutan. Semakin banyak resiko paparan dari makanan, lingkungan yang kurang bersih, kontak dengan penderita penyakit, semakin tinggi kebutuhan anak untuk menerima vaksinasi terkait. Menimbang tingginya manfaat dan rendahnya resiko dari pemberian vaksinasi ini, berikanlah imunisasi untuk anak dan keluarga anda!