Ketahui Perbedaan Gejala Flu Biasa dengan Virus Corona (COVID-19)

Wabah virus Corona (COVID-19)/Novel Human Coronavirus/ Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang belakangan ini menerpa dunia cukup mengkhawatirkan masyarakat seluruh dunia. Pasalnya, COVID-19 menimbulkan gejala dan tanda yang mirip dengan batuk pilek biasa atau yang disebut awam sebagai flu. Maka dari itu, apakah anda mengetahui perbedaan dari keduanya?

Perbedaan Kedua Virus

Kedua penyakit ini sama-sama disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernafasan, namun mereka berasal dari golongan yang berbeda satu sama lain. COVID-19 merupakan golongan Corona Virus, sedangkan flu yang pada umumnya ditemukan disebabkan oleh Rhinovirus.

Perbedaan Tanda & Gejala

Selain memiliki pathogen/ kuman penyebab yang berbeda, ternyata kedua virus ini menimbulkan tanda dan gejala yang sedikit berbeda antara satu sama lain.

COVID-19/ Novel Human Coronavirus/ Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2)

COVID-19 baru dapat menimbulkan gejala dengan rentang waktu 1-14 hari sejak terinfeksi. Tentunya, rentang waktu ini tergolong lebih lama dibandingkan dengan rhinovirus (virus penyebab flu). Namun pada kebanyakan orang, gejalanya baru muncul setelah 5 hari terjangkit oleh COVID-19. Sama seperti flu, COVID-19 juga memberikan gejala serupa seperti batuk dan pilek. Namun, COVID-19 lebih sering menyebabkan keluhan pada saluran pernafasan bawah yang menimbulan gejala sesak nafas, sulit bernafas serta tanda-tanda gagal nafas. Selain itu, gejala-gejala penyerta seperti demam yang tinggi serta beberapa komplikasi serius (infeksi paru berat, edema paru, serta kegagalan fungsi organ) juga dapat ditemukan.

Uniknya, virus ini juga dapat bertahan pada suatu permukaan benda yang terinfeksi seperti tangan, meja, gadget, gagal pintu, dan sebagainya selama beberapa jam sampai beberapa hari.

 

Flu Biasa

Rhinovirus memiliki masa inkubasi selama 12-72 jam sejak terpapar virus sampai tanda dan gejala timbul. Masa inkubasi ini tentunya jauh lebih cepat dibandingkan dengan COVID-19. Gejala yang seringkali ditimbulkan oleh infeksi rhinovirus berupa:

  • Batuk
  • Pilek
  • Bersin-bersin
  • Hidung tersumbat dan berair
  • Mata berair
  • Nyeri kepala ringan
  • Nyeri tenggorokan
  • Demam

Tentunya gejala yang ditimbulkan oleh rhinovirus jauh lebih ringan dibandingkan dengan COVID-19. Virus penyebab flu biasa ini juga memiliki masa inkubasi yang jauh lebih cepat serta dapat sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu 7 sampai 11 hari.

Tidak seperti COVID-19, Rhinovirus hanya dapat bertahan pada suatu permukaan benda selama 3 jam saja. Tentunya, waktu ini relatif jauh lebih cepat dibandingkan COVID-19 yang dapat bertahan sampai beberapa hari.

Apa yang Harus Dilakukan Bila Menemukan Gejala Serupa?

Jika anda, keluarga anda atau orang-orang yang anda kasihi memiliki gejala dan tanda serupa, sebaiknya anda segera berkonsultasi dengan dokter atau tenaga medis setempat agar anda mendapatkan tatalaksana yang cepat dan tepat.

Pengobatan dan Pencegahan

Keduanya memiliki tingkat penularan yang tinggi. Namun, tatalaksana yang diberikan relatif berbeda dimana tenaga medis tentunya memberikan tatalaksana yang jauh lebih agresif untuk COVID-19, mengingat virus ini memiliki angka mortalitas yang lebih tinggi dibandingkan Rhinovirus. Walaupun demikian, anda dapat menjauhkan diri anda terjangkit dari penyakit tersebut. Dengan menerapkan pola hidup sehat, memiliki etika batuk yang baik dan benar, menjaga kesehatan, meningkatkan sistem imun, menghindari kontak dengan orang-orang yang terinfeksi serta menggunakan masker sesuai sasaran, anda diharapkan selalu terjaga serta terhindar dari virus-virus tersebut.

ditinjau oleh : dr Riyandi Fernandes

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin