Hamil di Kala Pandemik Virus Corona

Kondisi kehamilan dikala maraknya penyebaran Virus Corona SARS-CoV-2 (COVID-19), dapat menimbulkan rasa cemas dan meningkatkan keresahan. Berubahnya informasi sewaktu-waktu terkait dengan virus baru ini menimbulkan banyak kontroversi mengenai kondisi kehamilan dikala pandemik.

 

Virus corona yang menyebabkan COVID-19 merupakan virus dengan golongan yang serupa dengan virus yang menyebabkan severe acute respiratory syndrome (SARS) dan Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), yang menyerang sistem pernapasan. Virus ini ditularkan dari manusia ke manusia melalui cairan tubuh (droplet). Infeksi yang disebabkan oleh virus Corona dapat ditandai dengan gejala batuk, demam, rasa lelah, dan sesak nafas. Gagal nafas akut, pneumonia/infeksi paru berat, edema (pembengkakan) paru, hingga kematian dapat menjadi komplikasi apabila tanda dan gejala awal diabaikan oleh penderita.

 

Secara general, kondisi kehamilan merupakan salah satu faktor risiko dari penularan, hal ini disebabkan karena kondisi imunitas ibu hamil yang cenderung menurun. Namun, tidak perlu khawatir terlalu berlebihan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, tidak ada bukti yang menunjukkan terjadinya menyebaran virus melalui plasenta ke janin. Namun pada satu kasus di Wuhan menunjukkan terjadi transmisi melalui plasenta, namun investigasi lanjut masih dilakukan. Salah satu kemungkinan terburuk dari COVID-19 adalah bayi lahir premature. Maka dari itu, pentingnya menjaga dan memantau kondisi kesehatan kehamilan secara maksimal diperlukan untuk mengurangi risiko ini.

 

Hal-hal yang dapat dilakukan oleh ibu hamil untuk mencegah infeksi virus corona adalah:

  • Sering mencuci tangan dengan air dan sabun atau dengan cairan antiseptik dengan alkohol minimal 60%.
  • Hindari berkontak-langsung dengan anggota keluarga yang batuk atau bersin
  • Hindari kontak dengan orang yang memiliki gejala seperti demam dan batuk secara terus-menerus.
  • Memakai masker ketika berpergian.
  • Hindari perkumpulan-perkumpulan ramai.
  • Menjaga daya tahan tubuh dengan rutin mengkonsumsi vitamin prenayal sesuai anjuran dokter, makan tinggi serat dan protein.
  • Olahraga teratur sesuai anjuran untuk menjaga kekebalan tubuh.

 

Apabila ibu hamil merasakan keluhan seperti batuk, demam, atau sesak, anda sebaiknya segera pergi ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan yang sesuai. Dan apabila ibu hamil baru saja berpergian ke negara yang terjangkit seperti Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, atau Italia segera beritahu pihak yang berwenang untuk menangani.

ditinjau oleh : dr Riyandi Fernandes

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin