4 Layanan BPJS untuk Ibu Hamil di Indonesia

Para calon ibu pasti sudah tidak sabar menunggu kehadiran buah hati mereka. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa agar hal tersebut bisa terjadi, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bukan hanya biaya persalinan, tapi juga biaya konsultasi dokter, USG, dan obat-obatan. Untungnya, Indonesia punya layanan BPJS untuk ibu hamil sehingga bisa meringankan biaya selama kehamilan dan persalinan nanti. Memangnya, layanan BPJS apa saja yang tersedia untuk ibu hamil di Indonesia?

Layanan USG

Selama masa kehamilan, penting bagi kamu untuk mengetahui kondisi kesehatan dan tumbuh kembang janin dalam kandungan. Hal ini bisa dilakukan dengan menerapkan prosedur medis USG. Bahkan melalui USG pula, calon ibu bisa melihat jenis kelamin dari janin. Nah, USG merupakan salah satu layanan BPJS untuk ibu hamil. Namun, tidak semua USG di-cover oleh BPJS Kesehatan. BPJS hanya akan menanggung USG yang direkomendasikan oleh dokter atau bidan.

Rekomendasi atau anjuran tersebut biasanya hanya diberikan jika kehamilan atau janin dalam kandungan mengalami masalah atau kelainan. Dengan kata lain, kalau calon ibu melakukan USG atas keinginan sendiri, maka harus menanggung biayanya. Umumnya, USG membutuhkan biaya sekitar Rp250.000 sampai Rp450.000.

Layanan selama masa kehamilan

Demi memastikan kondisi calon ibu dan janin baik-baik saja hingga persalinan nanti, maka kamu wajib melakukan pemeriksaan dan konsultasi dokter secara rutin. Idealnya, layanan BPJS kesehatan untuk ibu hamil akan menanggung biaya pemeriksaan sebanyak satu kali pada trimester satu, satu kali pada trimester dua, dan dua kali pada trimester tiga. Pemeriksaan juga harus dilakukan di fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama, yaitu klinik, puskesmas, atau faskes lain yang terdaftar pada BPJS.

Jika misalnya faskes tingkat pertama tidak mampu menangani ibu hamil dengan baik akibat fasilitas atau alat pendukung yang kurang memadai, maka ibu hamil akan mendapatkan rujukan untuk melakukan pemeriksaan di faskes tingkat kedua, yaitu rumah sakit dengan fasilitas yang lebih memadai.

Layanan persalinan

Tidak hanya pemeriksaan kehamilan, layanan BPJS untuk ibu hamil juga menanggung persalinan. Namun, persalinan tersebut harus bertempat di faskes tingkat pertama yang sama dengan faskes tempat kamu memeriksakan kehamilan. Apabila kondisi kehamilan dinilai berisiko terhadap keselamatan calon ibu dan bayi, maka persalinan bisa dilakukan di faskes tingkat kedua, yaitu rumah sakit. Tentunya dengan rujukan dari dokter atau bidan bersangkutan.

Kondisi darurat yang dinilai berisiko terhadap keselamatan calon ibu dan bayi adalah ketuban pecah dini, kejang kehamilan, dan pendarahan. Kondisi-kondisi lain yang berisiko menyebabkan kecacatan, keparahan, dan kematian juga biasanya mengharuskan calon ibu untuk melakukan persalinan di rumah sakit.

Layanan operasi caesar

Karena kondisi tertentu, beberapa ibu hamil harus melakukan persalinan dengan operasi caesar. Layanan BPJS untuk ibu hamil juga menanggung prosedur medis satu ini. Namun, sekali lagi, tidak semua operasi caesar bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

BPJS Kesehatan hanya akan menanggung operasi caesar apabila mendapat rujukan dari dokter atau bidan yang bersangkutan. Biasanya, dokter atau bidan baru akan memberikan rujukan jika kondisi ibu hamil atau janin dianggap terlalu berisiko untuk melakukan persalinan normal. Beberapa contoh kondisi yang dimaksud adalah preeklampsia, perdarahan, dan plasenta previa.

Itulah sejumlah layanan BPJS untuk ibu hamil yang tersedia di Indonesia. Bagi ibu hamil yang menjadi peserta BPJS Kesehatan, sebaiknya sejak sekarang kamu memelajari kewajiban dan ketentuan peserta. Kamu pun dapat melakukan antisipasi kondisi-kondisi darurat yang mungkin saja terjadi. Semoga kamu dan si kecil dalam kandungan sehat selalu, ya!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin